Posts from the ‘Uncategorized’ Category

Hey Kamu..! :))

Hey kamu..
Kamu tahu mengapa aku sering berada lebih banyak di dapur saat waktu luangku?
Tak lain tak bukan supaya ku bisa membuatkanmu makanan-makanan yang akan menjadi menu favoritmu kelak.

Kamu tahu mengapa aku banyak membaca buku dengan banyak tema yang berbeda?
Ini hanyalah supaya ku dapat menjadi teman mengobrolmu yang memang juga suka buku.

Kamu tahu mengapa akhir-akhir ini aku belajar menjahit?
Karena dari menjahit, ku belajar kesabaran dan ketekunan. Ini kurasa adalah modal yang baik untuk menjadi pendampingmu kelak.

Kamu juga tak tahu persis kan? mengapa aku sering melahap pelajaran-pelajaran dimanapun itu.
Itu karena aku ingin menjadi arif dan terpelajar sehingga aku bisa meneruskan seluruh pelajaran ini pada mereka. Anak-anak kita.

Kau lihatku tunduk pada kedua orang tuaku, dan kau tanya mengapa?
Yah, ini kan supaya aku terbiasa untuk menurut. Sebagai latihan. Agar kelak ku pun bisa menurut dengan perkataanmu.

Dan mungkin kau masih tak habis pikir mengapa ku semakin memperdalam agama…
Ini hanya supaya aku mendapat surga bersamamu. Hanya ingin supaya rasa dalam hati ini akan berujung pada apa yang kita inginkan bersama, surga dan ridha dari-Nya.

* Untuk kamu seseorang yang belum bernama*

Advertisements

Apa yang tengah engkau pikirkan hari ini?

Apa yang tengah engkau pikirkan hari ini cit?
Tentang segala pertambahan usiamu yang Dia ‘pinjamkan’ padamu?
Tentang semua yang menyayangi dan engkau do’akan selama engkau berjalan; meski kadang kadang lupa menoleh.
Tentang semesta yang amat sangat mendukung segala keputusanmu menentukan pilihan dalam bimbang?
Apa Cit? Bahagiakah engkau? Terharu? Marah? Atau malah engkau tidak memiliki perumpamaan untuk menjabarkan tiap keping warna kehidupan yang telah Sang Maha Pencipta torehkan?
Benar,
Engkau benar. Dan bahkan amat benar kali ini.
Ini adalah hari yang selalu di agung-agungkan anak manusia. Hari tempat mereka mengumpulkan semua harapan dan ucapan dengan dilabeli ‘selamat dan semoga’. Hari dimana semua hal menyedihkan sebelumnya seolah terbayar dengan kecupan dua kali di pipi kiri dan kanan dari orang-orang tersayang.
Tapi sekali lagi, benarkah itu semua nyata ? Atau barangkali ini hanyalah cara Tuhan ‘menyadarkan’ kita tentang suatu perjalanan yang akan kita tuju semua nantinya?

Padahal jika kita mau merenung, ulangtahun dan pertambahan usia adalah ‘ketakutan’. Sebab akan muncul rentetan pertanyaan berikutnya: “sudah siapkah saya pulang kerumahNya nanti? Jawaban apa yang akan saya urai ketika Tuhan menagih faktur hidup saya di dunia?”
Karena sesungguhnya akhirat adalah seperti ‘pulang kampung’ setelah sekian lama merantau di ‘kota’ yang kita sebut dunia. Apakah kita sudah mempersiapkannya? Bagaimana mungkin kita akan pulang kampung tanpa membawa bekal yang cukup? Apa yang akan kita katakan kelak? Apakah mungkin kita akan selamat di perjalanan menuju pulang hanya dengan perbekalan seadanya?

Ulangtahun bermakna jatah hidup kita sudah dikurangi oleh Sang Pemilik ruh dan raga ini. Ini hanya berarti satu hal; “kita semakin dekat dengan calon mayit”. Tapi, jangan takut ya cit, Karena kita semua memang semakin dekat dengan alam barzah. Hanya cara dan waktunya yang berbeda.

Jangan terlena bahwa dunia adalah segalanya. Karena akan membuat kita lupa bahwa pada akhirnya kita akan ‘pulang kampung’ halaman yang sesungguhnya. Sebagian orang ada yang telah mempersiapkan bekal ini jauh-jauh hari. Tujuannya sederhana; “agar mereka tidak ketinggalan kendaraan pulang”. Karena bukankah sesal di kemudian hari sudah tiada berguna lagi? Karena janjiNya itu pasti: “akan tiba hari dimana tidak ada lagi kesempatan kedua kali”.

Cit, Apakah engkau sudah mempersembahkan yang terbaik lewat kesempatan perpanjangan usia yang Dia anugerahkan hari ini? Masihkah engkau meminta agar selalu dipanjangkan umur? Padahal sejatinya, umur kita sudah ditetapkan dan tidak bisa di undur-undur lagi. Lagipula, kita akan lelah mengisi umur yang panjang hanya dengan kemaksiatan dan dosa-dosa. Sebab hanya menambah beban perjalanan ‘pulang kampung’ kelak.
Mari kita ubah do’a kita kali ini ya Cit.

Jangan mohon Dia panjangkan umur lagi, tapi mohonlah agar kita di kembalikan kerumahNya dalam keadaan khusnul khatimah.
Dunia hanyalah penjara bagi mereka yang beriman atau mungkin syurga bagi mereka yang kufur pada nikmat dan mengingkariNya. Maka pilihlah salah satu diantara keduanya. Apakah kita merasa hidup yang Dia pinjamkan ini adalah syurga dunia sehingga tidak ingin keluar lagi? Ataukah kita merasa terpenjara sehingga akan berusaha bebas sekuat tenaga? Hanya hati kecil kita yang tahu.
Maka…
Selamat menua untukmu wahai gadis kecil kesayangan ayah yg telah menjelma dewasa 🙂
Semoga malaikat dan semesta turut mengamini doa doa serta harapan yg engkau panjatkan hari ini..
Dan selamat mendekati “kematian”

Karena Sesungguhnya Akhirat itu amat dekat bagi mereka yang takut, dan bisa jadi juga amat jauh bagi mereka yang kufur akan nikmatNya.