Posts from the ‘^Perhiasan dunia akhirat^’ Category

Di Catet dan Di amalkan !! :)

Akhwat Hebat :)

Seperti biasa tiap malem minggu aku pasti menghabiskan waktu dgn trio kwek -kwek ku ( Moci, Pina n Aish)
Jarak tak pernah jadi halangan buat kami utk selalu berbagi cerita, cerita apa ajah dari hal yg penting sampe hal yg sama sekali ga penting banget, dan topik obrolan kemaren malam adalah tentang akhwat hebat ( tumben topiknya bener, biasanya ngaco 😀 )..
Dan akhirnya di dapatlah kesimpulan bahwa akhwat hebat itu adalahh….

Akhwat Hebat itu yang pintar masak, jadi bisa hemat :p

Akhwat Hebat itu yang tegas menolak saat ada laki-laki mengajaknya berkhalwat.

Akhwat Hebat itu yang berhijab sesuai syariat dan malu jika mengumbar aurat.

Akhwat Hebat itu jika tertawa tidak “ngakak”

Akhwat Hebat itu nanti jadi seorang ibu yang hebat pula.

Akhwat Hebat itu yang senang menebar manfaat dimanapun.

Akhwat Hebat itu yang taat pada Tuhannya, cinta pada Nabinya, dan bangga akan agamanya.

Akhwat Hebat itu menundukan pandangan dan suaranya, karna dia ingin menjaga izzah dan iffahnya.

Akhwat Hebat semoga bisa berjodoh dengan Ikhwan Keren. *eaaaa :p

Akhwat Hebat itu dalam soal ibadah, tidak perlu kau ragukan (insya Allah)

Akhwat Hebat itu lebih nyaman disibukkan dengan kegiatan dakwah, dari pada shopping di mall mewah (hedon banget -__-)

Akhwat Hebat itu cantiknya bukan dengan make-up, tapi dengan sejuknya air wudhu.

Akhwat Hebat itu ga pernah tebar tebar pesona baik di dumay maupun di dunia nyata..

Dan semoga kita semua termasuk dalam golongan akhwat hebat itu.. Aamiin 🙂

Betapa Indah pakaian Taqwamu…

Image

setahun yg lalu aku mendapat kata kata ini dari seseorang..

ketika membacanya, rasanya jlebb bangett..

 

Betapa indah pakaian taqwamu.. kau dengar perintah Robbmu dan tanpa berpikir panjang kau taati perintah-Nya..

Di saat banyak wanita lain tdk bersedia menutup auratnya, bahkan dengan bangga mempertontonkannya tapi kau bersedia.. kau bersedia menutupi auratmu, kau tutupi keindahan tubuhmu, kau tutupi apa yg kebanyakan wanita lain banggakan.. lalu kau tukar kebanggaan itu dengan ridho dari Dzat Yang

Menciptakan seluruh alam semesta..
Lalu kau mendapat kebanggaan lain yg tdk didapat oleh kebanyakan wanita lainnya.. yaitu kebanggaan seorang muslimah yg berjalan d jalan Alloh

Di kala sudah mulai nampak banyak wanita yg mulai berani berpakaian namun telanjang, engkau sama sekali tak bergeming.. kau pertahankan aqidahmu, kau pertahankan prinsip ketaqwaanmu.. jangankan menampakkan aurat, membentuk lekuk tubuhpun haram bagi pakaian taqwamu..
Jangankan menyentuhmu, memandangmupun tidak sembarang mata yg bisa..

Saat zaman sudah mulai akrab dengan wanita2 yg sangat biasa (kalau kata2 “murah” adalah terlalu kasar), kau terlihat sangat mahal dengan segala ketaatanmu, mahal karena sama sekali belum terjamah tangan2 kotor ..

Kadang ku terpaksa beristighfar ktika melihat wanita berpakaian namun seperti tak menghargai dirinya sendiri, tp betapa bersyukurnya q ketika tahu masih ada sosok2 sepertimu..

Wahai wanita berhijab lebar lg tebal setebal keimananmu.. Jadilah engkau istri2 bagi kami, ibu dari anak2 kami, lalu tularkanlah kepandaianmu dalam menjaga perintah Alloh dan Rosul-Nya lewat didikan kedua tanganmu yg lembut namun tegas pada generasi2 penerus kami.. agar mereka menjadi orang2 yg bertaqwa.. Insya Alloh..

Perhiasan dunia itu yaa wanita sholeha^^

Image

Bismillah.

Wanita sholehah mahal harganya

Ia tak menyentuh dan tak mau disentuh sembarang lelaki

Ia menjaga pandangan matanya dan menjaga dirinya dari pandangan mata lelaki ajnabi

Ia tak mau menjadi fitnah bagi kaum adam

Bila msh sendiri ia tahu bagaimana menjaga iffah seorang muslimah

Bila sudah bersuami ia makin mengerti bagaimana menjaga kehormatan seorang istri, suaminya, dan keluarganya

Wanita sholehah bukan wanita yg bisa sembarang disentuh, bukan pula wanita yg bisa sembarang dipandang kecantikannya, apalagi wanita yg dngan sengaja membuat para lelaki kagum kepadanya.

Bukan…

Karena ia tahu kewajiban menjaga kehormatannya.

Walau itu berarti ia harus menutupi dan mengorbankan kecantikannya

Sungguh ia rela,

Karena ia tidak mencari kekaguman manusia atas dirinya

Tapi ridho Alloh Ta’ala ketika bertemu dengan-Nya kelak

Krn ia wanita sholehah

Aku ingin semulia mereka…

Image

Ya Allah..

Jadikan aku tabah seperti Ummu Khadijah

Sehingga dirinya digelar afifah solehah

Dialah wanita pertama

Tiada ragu mengucap syahadah

Pengorbanan bersama Rasulullah

Susah senang bersama

Walau hilang harta karena berdakwah

Imannya sedikit pun tak berubah

 

Mampukah aku setabah dirinya?

Andai diuji sedikit sudah rebah..

Baru dihina sudah mengalah

Ya Allah..tabahkan aku sepertinya..

 

Ya Allah..

Jadikan aku semulia Fatimah Az-Zahrah

Betapa tinggi kasihnya pada ayahandanya

Tidak pernah putus asa pada perjuangan dakwah baginda

Anak yang semulia peribadi baginda

Tangannya lah yang membersihkan luka

Tangannya juga yang membersihkan cela

Pada jasad Rasulullah tercinta

Mampukah aku sekuat Fatimah?

Ya Rabbi..teguhkan hatiku sepertinya..

 

Ya Allah..

Jadikan aku sehebat Masyitah dan Sumaiyah

Tukang sisir yang beriman

dan Keluarga Yasir yang bertakwa

Sungguh kesabaran mereka menggoncang dunia

Iman tetap terpelihara walau nyawa jadi taruhan

Mampukah sabarku seperti mereka?

Tatkala digoda nafsu dunia..

Entah kemana hilangnya Iman di dada

 

Ya Rahman..

Kuatkan Imanku seperti Masyitah

Terjun penuh yakin bersama bayi ke kuali mendidih

Karena yakin Allah pasti disisi

Sabarkan aku seperti sumaiyah

Biar tombak menusuk jasad..

Iman sedikit pun takkan rapuh.

 

Ya Allah..

Jadikan aku semulia Ummu Sulaim

Pernikahannya dengan Abu Talhah atas mahar Iman

Islamlah Abu Talhah sehingga menjadi sahabat Rasulullah

Betapa hebatnya tarbiyah isteri pada suami

Hinggakan segala panahan yg dihujamkan ke Rasulullah pada hari uhud

Disambut dengan belakang jasad Abu Talhah

 

Ya Allah..

Tarbiyahkan aku pada cinta sepertinya

Tingginya nilai cinta pada harga Iman

Mampukah aku menatap cinta itu?

Sedangkan rupa yang menjadi pilihan

Ketulusan Iman diketepikan

Ya Allah..

Ilhamkan aku pada cinta sepertinya..

 

Ya Allah…

Jadikan aku sehebat Aisya Humaira

Isteri termuda Rasulullah

Biar dilempar fitnah

Dia tetap teguh pada ketetapanNya

Isteri sejati yang memangku Nabi

Pada saat terakhir baginda

Hadis dan Sunnah Rasulullah dipertahankan

Betapa hatimu seorang mujahidah

 

Ya Allah..

Mampukah aku contohi dirinya?

Pada fitnah yang melanda

Diri mulai goyah dan putus asa

Teguhkan Imanku sepertinya..Ya Rahim..

 

Ya Allah..

Teringat diri pada Khansa

Empat orang anaknya mati di Jalan ALLAH

Dia meratap tangis..

Anak sulungnya syahid

Anak keduanya turut syahid

Anak ketiganya dan keempat juga mati syahid

Namun tangisan itu bukan karena kepergian anak tercinta

Jawabnya karena tiada lagi anak yang diantarkan untuk berjihad

 

Ya Allah..

Mampukah aku menjadi ibu yang berjihad?

 

Berikan aku kekuatan sepertinya..

Agar bersedia pada akhirat.

 

Wahai kaum Adam yang bergelar khalifah..

Jadikan diriku setabah Ummu Khadijah

Aku mau semulia Fatimah Az-Zahrah

Apa lagi sesabar Masyitah dan Sumaiyah

Maupun sehebat Ummu Sulaim

Dan seteguh Aisya Humaira

Karena diri cuma An-Nisaa akhir zaman

Dimana Aurat semakin dibuka

Dimana syahadah hanya pada nama

Dimana Dunia yang terus dipuja

Dimana nafsu fana menjadi santapan utama

Dimana batas sentiasa dileraikan

Dimana ukhwah senantiasa dipinggirkan

 

Wahai Kaum Hawa

Kita cuma An-Nisaa

Para pendosa yang terbanyak di neraka

Lantas walau tak setabah para Mujahidah

Namun Tabahlah pada ketetapan Allah

Karena padanya ada Syurga!

Walau tak semulia para wanita sirah

Tapi muliakan diri dengan agama yang memelihara

karena padanya ada Pahala!

Walau tak sesabar para wanita solehah

Namun sabarkan jiwa pada nafsu dunia yang menyiksa

Karena padanya ada bahagia!

 

Sesungguhnya Hawa tercipta dari Tulang rusuk kaum Adam

Bukan untuk ditindas karena lemah

Tapi untuk dilindungi karena Indah

dan Indah apabila tertutup terpelihara

Karena disitulah terjaganya Syahadah

Bak mekarnya wanita dalam sirah

Tuntunlah kami ke arah syurga..

 dari An-Nisaa yang hina..

kabulkan doaku ya Allah..

Aamiin..

 

Perempuan Sempurna, siapakah engkau ?…

Image 

Bismillah

Sahabat izinkan saya bercerita sedikit..ketika kemarin saya membaca terjemahan Al Qur’an tiba2 mata saya terhenti pd terjemahan 3 ayat terakhir surat at takhrim.. Entah mengapa setelah membacanya membuat otak ini tak berhenti utk berpikir..

 

Ini terjemahan ayat tersebut:

 

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

 

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

 

66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

 

SEBUAH KONTRADIKSI

 

Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman. Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu?

 

IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi . Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbakumul a’la.” Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

 

PEREMPUAN SEMPURNA

 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:

“Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

 

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu?

 

Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami. Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib, seorang pemuda mukmin yang tangguh.

 

Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri. Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

 

Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina?

Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…

 

JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita

 

Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama. Namun, jemari jempol akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman. Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

 

Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”

 

Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah!

Wallahu a’lam bish-shawwab.

 ^___^