Posts from the ‘Dibaca yuuk^^’ Category

Menikmati Cobaan

Waktu itu dalam suatu majlis pekanan ada salah seorang adik yang bertanya padaku tentang tips dalam menghadapi ujian atau cobaan. hmm gimana ya? Aku enggak punya tips khusus ataupun jitu dalam menghadapi ujian atau cobaan dari-Nya, aku hanya mencoba meikmati setiap Cobaan saja.
Loh kok cobaan dinikmati? yah abis kalo kita mengeluh, menolak, ataupun menghindar, cobaan itu tetap ada kan?..Mau kita meronta-ronta kayak gimanapun menolak cobaan itu, tetap tidak akan hilang “tring” kayak di sulap jin iklan..

Oleh karna itu saya lebih memilih untuk menikmati cobaan, bukankah cobaan itu juga merupakan nikmat dari Allah, jangan salah sangka ya.
Bingung ya kenapa cobaan itu nikmat-Nya? nih ketika dikasih cobaan sesungguhnya Allah sedang mendewasakan kita.Ketika diberi cobaan, sesungguhnya Allah sedang mengangkat dosa-dosa kita sehingga dosa-dosa kita berkurang. Saat diberi cobaan pula, Allah menunjukan pada kita bahwa ada nikmat lain yang kadang tidak kita sadari.

Saat diberi cobaan, kita berlatih untuk bersikap bijak dan melatih mental kita agar menjadi mental Berlian.Dan terakhir, saat cobaan itu datang sebetulnya akan ada kebahagiaan yang mengiringinya dan datang pada kita setelahnya. Serta masih banyak lagi alasan kenapa kita harus meikmatiCobaan.
terus gimana caranya agar kita bisa menikmati cobaan itu? hmm *mikir*

Aku selalu yakin dengan firman – firman Allah tentang ujian atau cobaan yang Dia berikan pada hamba-Nya itu. Berikut petikan petikan dalam Al-Qur’an yg menjelaskan tentang Ujian dari Allah :

    “…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)…..” (Q.S 21:35)
    ” Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya…” (Q.S Al-Baqarah : 286)
    “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S Al-Insyirah : 5-6)
    “Janganlah kau bersedih hat. Sesungguhnya Allah bersama kita.” (Q.S At-Taubah : 40)

    “Jika kamu membantu (agama) Allah, niscaya Dia akan membantumu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S Muhammad : 7)


Jadi jangan berharap hidup kita tiada cobaan karna itu sama saja dengan berharap kita mati.Jangan pula kita minta agar masalah itu selalu mudah, karna itu tidak akan menguatkan diri kita.Berharaplah agar kita selalu dikuatkan dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

Yang perlu diinget nih masalah kita mungkin besar, namun ingatlah masih ada Allah Yang Maha Besar. Tak perlulah kita takut lagi.Mulai sekarang kita belajar menikmati Cobaan, jangan lagi lari atau menolak, itu sikap orang lemah dan pengecut, bukankah kita ini insan yang kuat.
Kita mungkin bisa lari dari masalah, namun kita tidak akan bisa menghindari konsekuensi dari menghindari masalah itu.
So Selamat menikmati ujian kawan 🙂

Advertisements

Kuatkan mereka ya Robb T_T

Subhanallaah…
Seorang anak kecil di Gaza, masih bisa tersenyum manis meskipun kepalanya berdarah-darah.

Sepatutnya kita yang disini malu, gampang mengeluh dan putus asa. Padahal masalah yang kita alami nggak seberapa dibanding anak kecil itu.

Ayo semangat Citt! Ga ada waktu buat galau dan berkeluh kesah!

#NoteToMySelf

Surat Sang Mujahidah dari Bumi Palestina kepada para Akhwat Indonesia


(Dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc dari walikota Beithlahiya, Gaza)

Bismillahirrahmanirrahim. Saudari-saudariku para Muslimah di Indonesia, aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung: Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Amma ba’du.

Kami adalah saudari-saudari Muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina, medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina Gaza, 29/6/2010. (Alih bahasa: Abul Miqdad al-Madany)

Source :http://www.tafaqquhstreaming.com/surat-sang-mujahidah-dari-bumi-palestina-kepada-para-akhwat-indonesia/

Di Catet dan Di amalkan !! :)

Bijak Memilih Idola

Idola, atau idol dalam bahasa inggris memiliki arti yang disembah atau bisa dibilang yang menjadi panutan, oleh karna itu ketika seseorang mengidolakan suatu hal, maka dia akan menjadikan hal itu sebagai panutannya..Ketika mengidolakan sesuatu tanpa kita sadari muncul juga perasaan mencintai, sehingga marah jika ada cibiran tentang idolanya

Generasi remaja muslim zaman sekarang mengalami krisis identitas, sehingga mencari idola untuk panutan, kadang salah idola..
Ingin jadi seperti siapa? | boyband ini, artis ini, aktor ini | kenapa? | karna dia keren, cantik, bla bla | bukan karna dia bertaqwa? -,- Idolakan orang yang bertaqwa pada Allah, yaitu Rasul dan ummat muslim lainnya, bukan idolakan yang membuat kita jauh dari Allah..Generasi muslim yang sekarang ada baiknya menjadikan Ummar bin Khattab sebagai panutan, bukannya boyband/girlband -,-

Islam tidak melarang untuk mengidolakan siapapun, asal idolanya itu membawa kepada ketaqwaan..Dan islam sudah memberikan dan mencontohkan untuk mengidolakan Rasulullah SAW, karna beliau adalah uswatun hasanah..Karna Rasulullah adalah suri tauladan yang baik dan juga menjadi panutan yang baik menuju ketaqwaan..Sangat disayangkan ketika seorang anak kecil ditanya siapa idolamu, maka jawabannya boyband ini, girlband itu..Dan bahkan mereka hapal biografi, kesukaan idolanya itu, namun ketika ditanya siapa itu Saad bin Abi Waqas, nihil..Padahal lihatlah apa yang dilakukan idol-idola mereka itu? Mengumbar aurat, khalwat, hidup bebas dan hedonis, contoh tidak baik..

Ya memang disayangkan banyak bertebaran idola, namun idolanya jauh dari membawa taqwa, padahal banyak yang krisis identitas..Terutama bagi yang masih mencari jati dirinya, mereka memilih idola yang justu membuat mereka jauh dari tujuan..Padahal jati diri sesungguhnya adalah pemuda muslim yang menjadi pilar kebangkitan islam..Bisa kita lihat beberapa waktu artis A disambut penuh euforia terbebas dari penjara karna tindakan yang salah..Dengar-dengar juga sampai ada yang jual motor hanya untuk melihat artisnya itu keluar tahanan, agak berlebihan..Atau saat boyband S berkunjung, ada yang sampai menangis karna tidak bisa bertemu, menangiskah ketika tau pengorbanan Rasulullah? Tidak salah jika mengidolakan seseorang, namun alangkah baiknya tidak terlalu berlebihan kecuali idolanya itu taqwa

Ketika di Akhirat nanti, kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai atau idolakan, nah kalo idolanya engga taqwa, gimana? :/
Idolanya Tuhannya beda, imannya beda, dan kita dibangkitkan bersama mereka, dan karna itu masuk neraka, sayang sekali..Jika kita mau merenung, kurang apa sih Rasulullah? Sehingga kita mencari idola lain, manusia terbaik dan paling mulia yang tak tergantikan..Dan tidak ada ruginya kita mengidolakan sang penyampai risalah islam itu, utusan Allah yang mulia..

Ingin idola yang lembut hatinya? Idolakanlah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang lembut hatinya, bahkan bisa menangis ketika tilawah..Idolakan orang yang kuat dan tegas? Ada Ummar bin Khattab, yang tegas dan kuat baik fisik maupun imannya, syaithan pun takut..Suka dengan idola yang dermawan dan tidak kikir? Kita bisa idolakan Utsman bin Affan..Dan ada juga Ali bin Abi Thalib yang terkenal akan sikapnya yang santun dan pemalu, bahkan malaikatpun malu padanya..Suka dengan taktik dan pribadi cerdik? Idolakan “Syaifullah” Khalid bin Walid, bergelar Pedang Allah..Dan masih banyak lagi tokoh sahabat Rasul yang bisa kita jadikan idola, dengan kelebihannya masing-masing, ya kan?

Bahkan jika kita inginkan panutan yang tampan, cerdas, baik hati, akhlak santun, #IkhwanTerkeren lah bisa dibilang, tak lain, Rasulullah SAW..Kenapa kita tidak bisa mengidolakan atau mau mengidolakan beliau-beliau? Karna kita kurang membaca sirahnya..Kalau saja kita mau menyempatkan waktu mendalami sirah beliau-beliau, niscaya kita akan takjub padanya..Kisah perjuangan yang mengundang decak kagu, cerita persahabatan yang indah, penjagaan cinta yang tentunya berkah..

Nah tugas kita apa sekarang? Yuk kita coba idolakan orang-orang bertaqwa seperti para sahabat, kita pahami sirah mereka..Ajak pula teman-teman kita agar mengagumi dan mencintai para pejuang islam, seperti Muhammad Al-Fatih, sebaik-baik komandan perang..
Selanjutnya PR kita kedepan adalah ketika menjadi orang tua, kenalkan anak-anak kita kepada tokoh-tokoh islam, jangan biarkan mereka menjadi salah idola.. 🙂

Pentiing !
ilmu yg wajib diketahui bagi setiap muslimah 🙂

- - ASSALAFIYYAH - -

Pertanyaan:

Apakah dibolehkan membaca al-Quran tanpa berwudhu terlebih dahulu? Bagaimana hukum memegang dan membaca al-Quran bagi wanita yang sedang haid?

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita simak fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz berikut.

Menurut jumhur (mayoritas) ahli ilmu, tidak boleh bagi seorang muslim menyentuh mushaf (al-Quran) jika ia tidak berwudhu. Pendapat ini dikuatkan pula oleh imam yang empat

View original post 1,912 more words

Innocence of Muslims, Kebebasan Bersekspresi.. Benarkah???


Tidak putus-putusnya umat Islam di dunia diprovokoasi untuk marah. Junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW, tidak henti-hentinya mendapat hinaan dan pelecehan oleh orang lain. Yang terbaru adalah penayangan film “Innocence of Muslim” di Amerika. Film berdurasi panjang ini juga sudah tersebar di situs Youtube. Seperti dikutip dari sini, “film ini mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad yang, parahnya, dibumbui dengan tema pedofil dan homoseksualitas. Sejumlah adegan dalam film yang berdurasi 2 jam ini telah diunggah ke internet dan bisa juga dilihat di sejumlah saluran satelit privat”.

Protes umat Islam di seluruh dunia terhadap film tersebut berlangsung hingga sekarang dan sudah banyak korban yang berjatuhan, termasuk Dubes AS yang tewas di Libya. Mungkin aksi demo anarkis inilah yang ditunggu-tunggu oleh pembuat film dan kaum Islamophobia, sebab dengan begitu mereka mempunyai alasan untuk membenarkan stigma bahwa Islam adalah agama yang identik kekerasan. Tujuan membuat film itu sendiri sangat jelas yaitu untuk menyebarkan kebencian kepada Islam, namun dibungkus dengan dalih kekebasan berekspresi.

Bagi dunia Barat, kebebasan berekspresi adalah segala-galanya. Manusia bebas mengekspresikan apapun yang dia inginkan dan tidak seorangpun yang berhak melarangnya. Film “Innocence” menambah deretan kebebasan berekspresi yang melukai hati umat Islam. Masih segar dalam ingatan kita novel “Ayat-ayat Setan” yang ditulis oleh oleh Salman Ruhdie, film pendek “Fitna” oleh Geert Wilders di Belanda, dan penayangan kartun Nabi di harian Jillands Posten di Denmark. Sasarannya jelas untuk membuat kontroversi, sebab mereka tahu benar kalau di dalam Islam tidak boleh memvisualkan Nabi, ditambah lagi dengan bumbu-bumbu yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang yang memiliki sifat buruk.

Di dunia Barat penghinaan terhadap Yahudi dianggap sebagai anti-semit, penghinaan terhadap kulit hitam dianggap rasis. Di Eropa, jika anda menolak mengakui peristiwa Holacaust (pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh tentara NAZI), maka anda akan dipenjara. Anehnya, penghinaan terhadap simbol-simbol Islam tidak dianggap Barat sebagai bentuk kriminal (crime), namun dipandang sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Begitulah standard ganda Barat terhadap Islam.

Umat Islam masih bisa “menahan diri” ketika penghinaan itu dilakukan kepada Sang Pencipta, hal itu dapat kita lihat dari tulisan-tulisan ateistik yang tidak mempercayai keberadaan-Nya. Penghinaan terhadap Tuhan sudah berlangsung berabad-abad sejak zaman dulu sampai sekarang. Namun, ketika penghinaan itu dilakukan terhadap Nabi junjungan mereka yang sangat dimuliakan dan dicintai itu, maka rasa amarah yang tidak tertahankan meletup sampai tidak terkendali.

Kecintaan umat Islam kepada Kanjeng Nabi itu tidak hanya dalam ucapan salawat dan salam yang selalu dibaca setiap shalat, tetapi kecintaan itu diabadikan dengan menamakan anak-anak mereka dengan nama “Muhammad”. “Muhammad” adalah nama yang paling populer di dunia..

Begitu besar kecintaan orang Islam kepada Rasulullah, sebab kecintaan kepada Rasulullah adalah tanda kesempurnaan iman, sebagaimana Hadis Nabi yang berbunyi sebagai berikut:

Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya.”

atau dalam hadis lain yang senada:

“Rasulullah (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) bersabda, ‘Demi Dia yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah beriman seorang di antaramu hingga ia mencintaiku melebihi cintanya pada ayahnya dan pada anak-anaknya.’” [Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA]

Oleh karena itu, aksi-aksi demo menentang penghinaan terhadap Rasulullah seharusnya dapat dilihat secara adil. Mereka menjadi anarkis karena hati mereka sudah sangat terluka. Apapun, termasuk nyawa sekalipun, mereka korbankan untuk membela kemuliaan Nabi junjungan umat. Tidak seorangpun yang rela bila orang yang dihormati atau dimuliakannya direndahkan atau dilecehkan oleh orang lain. Seorang anak tidak akan terima jika ibu kandungnya dihina oleh orang lain, dia akan sangat marah dan terluka, bahkan dia mau bersabung nyawa untuk membela kehormatan orangtuanya. Itu baru kepada orangtua, apalagi terhadap Rasulullah dimana kecintaan kepada beliau di atas kecintaan kepada anak atau orangtua. Saya bukan setuju atau mendukung aksi yang menjurus anarkis itu, tetapi saya bisa memahami mengapa hal itu bisa terjadi.

Kebebasan, di mana pun itu, harus diiringi dengan rasa tanggung jawab. Kebebasan yang kebablasan, yaitu yang tidak menghargai hak dan keyakinan orang lain, hanya akan melahirkan api dendam dan kebencian yang tidak habis-habisnya. Kebebasan berekspresi tidaklah sama dengan bebas untuk menghina atau melecehkan apa saja,karena ada keyakinan pihak lain yang harus dipertimbangkan..