Archive for November, 2012

Menikmati Cobaan

Waktu itu dalam suatu majlis pekanan ada salah seorang adik yang bertanya padaku tentang tips dalam menghadapi ujian atau cobaan. hmm gimana ya? Aku enggak punya tips khusus ataupun jitu dalam menghadapi ujian atau cobaan dari-Nya, aku hanya mencoba meikmati setiap Cobaan saja.
Loh kok cobaan dinikmati? yah abis kalo kita mengeluh, menolak, ataupun menghindar, cobaan itu tetap ada kan?..Mau kita meronta-ronta kayak gimanapun menolak cobaan itu, tetap tidak akan hilang “tring” kayak di sulap jin iklan..

Oleh karna itu saya lebih memilih untuk menikmati cobaan, bukankah cobaan itu juga merupakan nikmat dari Allah, jangan salah sangka ya.
Bingung ya kenapa cobaan itu nikmat-Nya? nih ketika dikasih cobaan sesungguhnya Allah sedang mendewasakan kita.Ketika diberi cobaan, sesungguhnya Allah sedang mengangkat dosa-dosa kita sehingga dosa-dosa kita berkurang. Saat diberi cobaan pula, Allah menunjukan pada kita bahwa ada nikmat lain yang kadang tidak kita sadari.

Saat diberi cobaan, kita berlatih untuk bersikap bijak dan melatih mental kita agar menjadi mental Berlian.Dan terakhir, saat cobaan itu datang sebetulnya akan ada kebahagiaan yang mengiringinya dan datang pada kita setelahnya. Serta masih banyak lagi alasan kenapa kita harus meikmatiCobaan.
terus gimana caranya agar kita bisa menikmati cobaan itu? hmm *mikir*

Aku selalu yakin dengan firman – firman Allah tentang ujian atau cobaan yang Dia berikan pada hamba-Nya itu. Berikut petikan petikan dalam Al-Qur’an yg menjelaskan tentang Ujian dari Allah :

    “…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)…..” (Q.S 21:35)
    ” Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya…” (Q.S Al-Baqarah : 286)
    “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S Al-Insyirah : 5-6)
    “Janganlah kau bersedih hat. Sesungguhnya Allah bersama kita.” (Q.S At-Taubah : 40)

    “Jika kamu membantu (agama) Allah, niscaya Dia akan membantumu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S Muhammad : 7)


Jadi jangan berharap hidup kita tiada cobaan karna itu sama saja dengan berharap kita mati.Jangan pula kita minta agar masalah itu selalu mudah, karna itu tidak akan menguatkan diri kita.Berharaplah agar kita selalu dikuatkan dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

Yang perlu diinget nih masalah kita mungkin besar, namun ingatlah masih ada Allah Yang Maha Besar. Tak perlulah kita takut lagi.Mulai sekarang kita belajar menikmati Cobaan, jangan lagi lari atau menolak, itu sikap orang lemah dan pengecut, bukankah kita ini insan yang kuat.
Kita mungkin bisa lari dari masalah, namun kita tidak akan bisa menghindari konsekuensi dari menghindari masalah itu.
So Selamat menikmati ujian kawan 🙂

Advertisements

Kuatkan mereka ya Robb T_T

Subhanallaah…
Seorang anak kecil di Gaza, masih bisa tersenyum manis meskipun kepalanya berdarah-darah.

Sepatutnya kita yang disini malu, gampang mengeluh dan putus asa. Padahal masalah yang kita alami nggak seberapa dibanding anak kecil itu.

Ayo semangat Citt! Ga ada waktu buat galau dan berkeluh kesah!

#NoteToMySelf

Percakapan di Telpon

Seperti biasa setiap malam minggu aku selalu setia di telponi sama sahabat deketku yang ada di pulau seberang, malam itu topik bahasan kami membicarakan mengenai orang tua..
Ririz :

    tau engga’ternyata doa yg paling di dengar itu adalah doa ayah, dan lisan yg paling di dengar itu adalah lisan ibu

aku : “apa iya? ada hadistnya?”

Ririz : “Ada, tapi lupa.”

Aku : (seketika nyesek ) “trus kalo ayahnya udah ga ada lagi gimana?” 😦

Ririz : “Duuh cicit, maaf kalo udah bikin sedih.. meski ga ada ayah yg mendoakan masih ada doa ibu..”

Aku : “iyaa bener, sekarang tugas kitalah yg mendoakan mereka,mendoakan dengan sebaik baik doa,
berbakti dengan cara menjadi anak sholeha, kelak jika Allah mengizinkan aku pasti akan
mempunyai ayah lagi”
🙂

Ririz : “maksudnya? punya ayah lagi?”

Aku : “iyaa,nanti suatu saat jika “seseorang” yg di takdirkan Allah itu datang ke dalam hidupku,
tentunya dia tidak akan datang sendirian kan? dia akan datang memasuki kehidupanku bersama
keluarganya, ayahnya akan menjadi ayahku dan ibunya pun akan menjadi ibuku.. Dan jika saat itu
tiba, aku akan sering sering minta didoakan oleh ayahnya yg juga adalah ayahku” 🙂

Surat Sang Mujahidah dari Bumi Palestina kepada para Akhwat Indonesia


(Dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc dari walikota Beithlahiya, Gaza)

Bismillahirrahmanirrahim. Saudari-saudariku para Muslimah di Indonesia, aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung: Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Amma ba’du.

Kami adalah saudari-saudari Muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina, medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina Gaza, 29/6/2010. (Alih bahasa: Abul Miqdad al-Madany)

Source :http://www.tafaqquhstreaming.com/surat-sang-mujahidah-dari-bumi-palestina-kepada-para-akhwat-indonesia/

Suka atau Cinta ???


Sekilas obrolan di whatsapp dengan salah seorang adikku 🙂

    Moci : "....Lha emang beda ya mb antara suka sama cinta??"

    Aku : "iyaa, memang beda.."

    Moci : "dimana letak perbedaanya??"

    Aku : "Analoginya gini deh yaa,Kalau kita suka pada sekuntum bunga, kita akan petik bunga itu sebab bunga itu cantik. Tapi kalau kita cinta bunga itu, kita akan biarkan ia pada dahannya dan senantiasa kita siram ia agar ia selalu tumbuh segar. Samalah seperti manusia. Kalau kita suka pada seseorang, kita akan berusaha untuk memiliki dia. Tapi kalau kita cinta dia, kita akan sabar menanti apakah dia jodoh kita atau bukan, dan senantiasa mendoakan kebahagiaan dia walau nanti akhirnya dia bukan bersama kita”

Tentang rasa..

Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?

Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

    –Tere Liye–

I LoVe Allah :)

Ya Allah…

Ketika ku katakan : Hamba disakiti
Engkau menjawab : “ janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah” (QS 39:53)

Ketika ku katakan : Tak ada yang mengerti kegalauan hati hamba
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)

Ketika ku katakan : Begitu banyak orang yang menyakiti hamba
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. 3:159)

Ketika ku katakan : Hamba sangat kesepian
Engkau menjawab : “Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. 50:16)

Ketika ku katakan : Dosa hamba melimpah
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. 3:135)

Ketika ku katakan : Jangan tinggalkan hamba
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. 2:152)

Ketika ku katakan : Masalah hamba sangat banyak
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. 65:2)

Ketika ku katakan : Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. 40:60)

Ya, Allah…
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?

I LOVE ALLAH ♥