Idola, atau idol dalam bahasa inggris memiliki arti yang disembah atau bisa dibilang yang menjadi panutan, oleh karna itu ketika seseorang mengidolakan suatu hal, maka dia akan menjadikan hal itu sebagai panutannya..Ketika mengidolakan sesuatu tanpa kita sadari muncul juga perasaan mencintai, sehingga marah jika ada cibiran tentang idolanya

Generasi remaja muslim zaman sekarang mengalami krisis identitas, sehingga mencari idola untuk panutan, kadang salah idola..
Ingin jadi seperti siapa? | boyband ini, artis ini, aktor ini | kenapa? | karna dia keren, cantik, bla bla | bukan karna dia bertaqwa? -,- Idolakan orang yang bertaqwa pada Allah, yaitu Rasul dan ummat muslim lainnya, bukan idolakan yang membuat kita jauh dari Allah..Generasi muslim yang sekarang ada baiknya menjadikan Ummar bin Khattab sebagai panutan, bukannya boyband/girlband -,-

Islam tidak melarang untuk mengidolakan siapapun, asal idolanya itu membawa kepada ketaqwaan..Dan islam sudah memberikan dan mencontohkan untuk mengidolakan Rasulullah SAW, karna beliau adalah uswatun hasanah..Karna Rasulullah adalah suri tauladan yang baik dan juga menjadi panutan yang baik menuju ketaqwaan..Sangat disayangkan ketika seorang anak kecil ditanya siapa idolamu, maka jawabannya boyband ini, girlband itu..Dan bahkan mereka hapal biografi, kesukaan idolanya itu, namun ketika ditanya siapa itu Saad bin Abi Waqas, nihil..Padahal lihatlah apa yang dilakukan idol-idola mereka itu? Mengumbar aurat, khalwat, hidup bebas dan hedonis, contoh tidak baik..

Ya memang disayangkan banyak bertebaran idola, namun idolanya jauh dari membawa taqwa, padahal banyak yang krisis identitas..Terutama bagi yang masih mencari jati dirinya, mereka memilih idola yang justu membuat mereka jauh dari tujuan..Padahal jati diri sesungguhnya adalah pemuda muslim yang menjadi pilar kebangkitan islam..Bisa kita lihat beberapa waktu artis A disambut penuh euforia terbebas dari penjara karna tindakan yang salah..Dengar-dengar juga sampai ada yang jual motor hanya untuk melihat artisnya itu keluar tahanan, agak berlebihan..Atau saat boyband S berkunjung, ada yang sampai menangis karna tidak bisa bertemu, menangiskah ketika tau pengorbanan Rasulullah? Tidak salah jika mengidolakan seseorang, namun alangkah baiknya tidak terlalu berlebihan kecuali idolanya itu taqwa

Ketika di Akhirat nanti, kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai atau idolakan, nah kalo idolanya engga taqwa, gimana? :/
Idolanya Tuhannya beda, imannya beda, dan kita dibangkitkan bersama mereka, dan karna itu masuk neraka, sayang sekali..Jika kita mau merenung, kurang apa sih Rasulullah? Sehingga kita mencari idola lain, manusia terbaik dan paling mulia yang tak tergantikan..Dan tidak ada ruginya kita mengidolakan sang penyampai risalah islam itu, utusan Allah yang mulia..

Ingin idola yang lembut hatinya? Idolakanlah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang lembut hatinya, bahkan bisa menangis ketika tilawah..Idolakan orang yang kuat dan tegas? Ada Ummar bin Khattab, yang tegas dan kuat baik fisik maupun imannya, syaithan pun takut..Suka dengan idola yang dermawan dan tidak kikir? Kita bisa idolakan Utsman bin Affan..Dan ada juga Ali bin Abi Thalib yang terkenal akan sikapnya yang santun dan pemalu, bahkan malaikatpun malu padanya..Suka dengan taktik dan pribadi cerdik? Idolakan “Syaifullah” Khalid bin Walid, bergelar Pedang Allah..Dan masih banyak lagi tokoh sahabat Rasul yang bisa kita jadikan idola, dengan kelebihannya masing-masing, ya kan?

Bahkan jika kita inginkan panutan yang tampan, cerdas, baik hati, akhlak santun, #IkhwanTerkeren lah bisa dibilang, tak lain, Rasulullah SAW..Kenapa kita tidak bisa mengidolakan atau mau mengidolakan beliau-beliau? Karna kita kurang membaca sirahnya..Kalau saja kita mau menyempatkan waktu mendalami sirah beliau-beliau, niscaya kita akan takjub padanya..Kisah perjuangan yang mengundang decak kagu, cerita persahabatan yang indah, penjagaan cinta yang tentunya berkah..

Nah tugas kita apa sekarang? Yuk kita coba idolakan orang-orang bertaqwa seperti para sahabat, kita pahami sirah mereka..Ajak pula teman-teman kita agar mengagumi dan mencintai para pejuang islam, seperti Muhammad Al-Fatih, sebaik-baik komandan perang..
Selanjutnya PR kita kedepan adalah ketika menjadi orang tua, kenalkan anak-anak kita kepada tokoh-tokoh islam, jangan biarkan mereka menjadi salah idola.. šŸ™‚

Advertisements