Archive for October, 2012

Apa yang tengah engkau pikirkan hari ini?

Apa yang tengah engkau pikirkan hari ini cit?
Tentang segala pertambahan usiamu yang Dia ‘pinjamkan’ padamu?
Tentang semua yang menyayangi dan engkau do’akan selama engkau berjalan; meski kadang kadang lupa menoleh.
Tentang semesta yang amat sangat mendukung segala keputusanmu menentukan pilihan dalam bimbang?
Apa Cit? Bahagiakah engkau? Terharu? Marah? Atau malah engkau tidak memiliki perumpamaan untuk menjabarkan tiap keping warna kehidupan yang telah Sang Maha Pencipta torehkan?
Benar,
Engkau benar. Dan bahkan amat benar kali ini.
Ini adalah hari yang selalu di agung-agungkan anak manusia. Hari tempat mereka mengumpulkan semua harapan dan ucapan dengan dilabeli ‘selamat dan semoga’. Hari dimana semua hal menyedihkan sebelumnya seolah terbayar dengan kecupan dua kali di pipi kiri dan kanan dari orang-orang tersayang.
Tapi sekali lagi, benarkah itu semua nyata ? Atau barangkali ini hanyalah cara Tuhan ‘menyadarkan’ kita tentang suatu perjalanan yang akan kita tuju semua nantinya?

Padahal jika kita mau merenung, ulangtahun dan pertambahan usia adalah ‘ketakutan’. Sebab akan muncul rentetan pertanyaan berikutnya: “sudah siapkah saya pulang kerumahNya nanti? Jawaban apa yang akan saya urai ketika Tuhan menagih faktur hidup saya di dunia?”
Karena sesungguhnya akhirat adalah seperti ‘pulang kampung’ setelah sekian lama merantau di ‘kota’ yang kita sebut dunia. Apakah kita sudah mempersiapkannya? Bagaimana mungkin kita akan pulang kampung tanpa membawa bekal yang cukup? Apa yang akan kita katakan kelak? Apakah mungkin kita akan selamat di perjalanan menuju pulang hanya dengan perbekalan seadanya?

Ulangtahun bermakna jatah hidup kita sudah dikurangi oleh Sang Pemilik ruh dan raga ini. Ini hanya berarti satu hal; “kita semakin dekat dengan calon mayit”. Tapi, jangan takut ya cit, Karena kita semua memang semakin dekat dengan alam barzah. Hanya cara dan waktunya yang berbeda.

Jangan terlena bahwa dunia adalah segalanya. Karena akan membuat kita lupa bahwa pada akhirnya kita akan ‘pulang kampung’ halaman yang sesungguhnya. Sebagian orang ada yang telah mempersiapkan bekal ini jauh-jauh hari. Tujuannya sederhana; “agar mereka tidak ketinggalan kendaraan pulang”. Karena bukankah sesal di kemudian hari sudah tiada berguna lagi? Karena janjiNya itu pasti: “akan tiba hari dimana tidak ada lagi kesempatan kedua kali”.

Cit, Apakah engkau sudah mempersembahkan yang terbaik lewat kesempatan perpanjangan usia yang Dia anugerahkan hari ini? Masihkah engkau meminta agar selalu dipanjangkan umur? Padahal sejatinya, umur kita sudah ditetapkan dan tidak bisa di undur-undur lagi. Lagipula, kita akan lelah mengisi umur yang panjang hanya dengan kemaksiatan dan dosa-dosa. Sebab hanya menambah beban perjalanan ‘pulang kampung’ kelak.
Mari kita ubah do’a kita kali ini ya Cit.

Jangan mohon Dia panjangkan umur lagi, tapi mohonlah agar kita di kembalikan kerumahNya dalam keadaan khusnul khatimah.
Dunia hanyalah penjara bagi mereka yang beriman atau mungkin syurga bagi mereka yang kufur pada nikmat dan mengingkariNya. Maka pilihlah salah satu diantara keduanya. Apakah kita merasa hidup yang Dia pinjamkan ini adalah syurga dunia sehingga tidak ingin keluar lagi? Ataukah kita merasa terpenjara sehingga akan berusaha bebas sekuat tenaga? Hanya hati kecil kita yang tahu.
Maka…
Selamat menua untukmu wahai gadis kecil kesayangan ayah yg telah menjelma dewasa 🙂
Semoga malaikat dan semesta turut mengamini doa doa serta harapan yg engkau panjatkan hari ini..
Dan selamat mendekati “kematian”

Karena Sesungguhnya Akhirat itu amat dekat bagi mereka yang takut, dan bisa jadi juga amat jauh bagi mereka yang kufur akan nikmatNya.

Bertemu dengan Dede’ Sina

Namanya Sina Alby Rayanza, dia adalah putra pertama dari temen lamaku waktu di SMA..
Umurnya baru 3 minggu ketika kami mengunjunginya pada hari lebaran kedua Idul Adha kemaren.. Kata temenku nama Sina Alby Rayanza memiliki arti yang indah yg merupakan doa dari dia dan suaminya untuk anaknya.. Sina dari kata Ibnu Sina, dimana temenku itu berharap jika sudah besar dia bisa menjadi seorang dokter yg cerdas dan pintar layaknya Ibnu Sina, dokter pertama dalam dunia Islam, Alby merupakan singkatan dari nama temenku dan suaminya, sedangkan Rayanza berarti pintu surga.. Ahh indah sekali ya namanya 🙂

Nanti ada saatnya dimana aku pun akan memberikan nama yg indah bermuatan doa doa yg baik untuk anak -anakku.. Bukankah memeberikan nama yg baik merupakan kewajiban setiap orang tua?
Jadi teringat obrolan dgn seorang teman yg membahas tentang kewajiban orang tua terhadap anaknya beberapa hari yang lalu..
Kata temenku kewajiban kita sebagai orang tua terhadap anaknya itu ada 3 yaitu memberikan nama yang baik, meberikan pendidikan dan penghidupan yg baik dengan cara-cara yg baik pula, serta menikahkan anak jika sudah waktunya menikah..

Duhai Allah semoga kelak jika aku menjadi orang tua, aku akan bisa menjadi ibu yg baik, madrasah pertama bagi anak-anakku yg dari diriku lah mereka akan belajar tentang banyak hal.

* Saat menggendong Sina, rasanya tentram dan nyaman sekali.. Liat deh tatapan mata Sina begitu mesra saat memandang amma nya 😀

Bekal makanan penuh cinta :D

Adalah salah satu impianku dalam hidup bisa membuatkan makanan yg lezat buat keluarga kecilku nanti..
Kelak jika telah berkeluarga aku ingin memanjakan mereka dengan olahan masakan kreasiku..
Akan ku sajikan hidangan spesial yg dimasak dengan bumbu cinta dan kasih sayang setiap harinya *uhuukk :p
Aku jg akan membawakan mereka bekal makanan, tentunya bekal makanan yg unik..
Oleh karena itu entah kenapa aku sukaa sekali belajar ngebento saat ini..

Bento itu adalah adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang , makan malam, atau bekal piknik, tapi dengan hiasan yg cantiik..

*Suatu hari akan kubuatkan bekal makanan yang seperti ini spesial untuk kamu setiap hari nya sebelum kamu berangkat kerja :p

Atau bekal makanan yg lucu seperti yg ini buat anakku ketika dia sudah mulai sekolah nanti 🙂

* Poto- poto diambil dari album salah satu temen di socmed –> http://www.facebook.com/media/set/?set=a.366464823385556.89034.100000661233970&type=3

Supermarket VS pasar tradisional

Liat gambar diatas jd inget kebiasaan selama ini yg lebih suka belanja apa2 di supermarket dibanding pasar tradisional.. Alasannya supermarket lebih nyaman n ga ribet kalo belanja, padahal dgn berbelanja di pasar tradisional bisa ngebantu perekonomian mereka yg lebih membutuhkan..
Okee Citt mulai saat ini prioritas berbelanja adalah di pasar tradisiona..*tekad

Si kucing dan anaknya :D

Gini niy cara kucing gendong anaknya..
di gigit gigit di mulutnya.. 😀

Aaaakk.. Kucingnya Unyuuu’ :D

My Pray :)

Aamiin Ya Robbal A’lamin 🙂

Source : http://blogiseng.tumblr.com/post/12230229782/