Archive for June, 2012

Nasehat Dari Nikmat Allah Bernama Sakit :’)


Udah seminggu ini dikasih Allah nikmat sakit..
Alhamdulillah masih bisa ngerasain yg namanya sakit 😐
Udah seminggu pula terbaring di tempat tidur, makan ga enak, badan lemes, muntah2, pusing, kata dokter siy karena kecape’an, dan untuk itulah di suruh bedrest dirumah, ga kemana mana, absen kerja, dan itu artinya ga ketemu sama siswa siswaku tercintah * hiks ;( jadi kangen mereka..

Awalnya siy ngeluh dgn penyakit yg dikasih Allah, tapi ternyata ada banyak hikmah dibalik nikmat sakit yg mampir selama seminggu ini,
apalagi setelah baca tweet nya Ustad Salim Afillah, jadi malu kalo mau mengeluh tentang penyakit..

———————————————————————————————————-
Nasehat dari nikmat Allah Bernama sakit ( Salim Afiilah)
1. #Sakit adalah bagian dari musibah yang telah Allah ukur kadarnya untuk dihadiahkan pada hamba-hamba terpilih yang mampu menanggungnya.

2. #Sakit, sebagaimana tiap ujian, tidaklah menguji kemampuan sebab telah diukur tepat sesuai daya tahan. Ia menguji kemauan memberi makna.

3. Maka dia nan mampu memberi makna terbaik bagi #Sakit, kemuliaannya akan diangkat untuk membuat malaikat yang selalu sehat itu tertakjub.

4. Bersyukurlah Salim diajari Mas @_pepeng yang pernah memaknai #Sakit & musibahnya: “Tugas kita meng-HADAP-i, biar Allah yang meng-ATAS-i!”

5. #Sakit adalah jalan kenabian Ayyub yang menyejarah. Kesabarannya diabadikan jadi teladan semesta. Hari-hari ini kita bercermin padanya.

6. #Sakit orang mulia bersebabkan kemuliaan; Asy Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.

7. Nabi kitapun #Sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup di gigit pertama melalui celah gigi yang patah dalam perang Uhud.

8. Tetapi bahkan mereka yang penyebab #Sakit-nya tak semenakjubkan para luhur itu, tetap punya peluang mulia dengan memaknai rasa sakitnya.

9. #Sakit itu dzikruLlah. Mereka yang menderitanya hampir pasti lebih sering & syahdu menyebut asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

10. #Sakit itu istighfar. Mereka yang sedang disapanya lebih mudah untuk teringat dosa-dosa lama, mengakuinya, & bertaubat mohon ampun.

11. #Sakit itu Tauhid. Mereka yang parah dicengkamnya pasti dituntun orang untuk ber-kalimat thayyibat, mengesakanNya dalam lisan & rasa

12. #Sakit itu Muhasabah. Sebab dia yang sakit punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

13. #Sakit itu Jihad. Sebab dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, dia diwajibkan untuk terus berikhtiar, berjuang bagi kesembuhannya.

14. #Sakit itu ilmu. Dalam menjalani pemeriksaan, berkonsultasi dengan dokter, dirawat, & berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.

15. #Sakit itu Nasehat. Yang sakit ingatkan nan sehat tuk jaga diri. Yang sehat menghibur si penderita agar bersabar. Allah cinta keduanya.

16. #Sakit itu silaturrahim. Yang jarang datang di saat nan bersangkutan sehat wal afiat, tiba-tiba menjenguk dengan senyum & rindu mesra.

17. #Sakit itu perekat ukhuwah. Kawan lama nan tak bersua bertahun lamanya, tiba-tiba berjumpa di waktu membezuk seorang kolega lainnya.

18. #Sakit itu belajar. Berbaring setengah duduk memungkinkan mencerap ilmu dengan tekun lewat buku, kata-kata terucap, maupun gambar gerak.

19. #Sakit itu membaca, menulis, berkarya. Habiburrahman El Shirazy menggoreskan Ayat-ayat Cinta saat terbaring patah kakinya.

20. #Sakit itu dijamin cinta Allah dalam sabarnya; sabar tetap ibadat, sabar tak bermaksiat, sabar tahan deritanya, sabar menunda capaian..

21. #Sakit itu gugur dosa-dosa. Barang haram terselip tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan nan mungkin berdosa dinyerikan & dicuciNya.

22. #Sakit itu mustajab doanya. Sampai-sampai Imam As Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh mereka.

23. #Sakit itu salah satu keadaan yang menyusahkan syaithan; diajak maksiat tak mampu-tak mau, dosa yang lalu malah disesali lalu diampuni.

24. #Sakit itu membuat sedikit tertawa & banyak menangis; satu perilaku keinsyafan yang disukai Nabi & makhluq-makhluq langit.

25. #Sakit itu meningkatkan kualitas ibadah; ruku’-sujud lebih khusyu’, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyat & doa jadi lebih lama.

26. #Sakit itu memperbaiki akhlaq; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut & tawadhu’.

27. #Sakit itu membuat kita lebih serius mengingat & mempersiapkan kematian. Dia yang merasa dekat maut menghargai waktunya dengan baik.

Setelah baca tweet diatas, jadi bersyukur dikasih Allah nikmat sakit,
mungkin dgn sakit ini aku jadi punya waktu untuk istirahat yg banyak dirumah,
dengan sakit ini pula aku jadi punya waktu yg lebih banyak buat membaca buku-buku, buat baca Qur’an, buat berdzikir, dan yg jelas lebih banyak mengingat tentang kematian..
Dan mungkin dengan nikmat sakit inilah, Allah akan menggugurkan dosa -dosa ku..
Get well soon ya ciiitt 🙂

Advertisements

Pempek ^^

pempek ini makanan favorit di keluarga besarku..
secara keluarga ku adalah orang Palembang asli, jd tiap hari selalu ada pepmpek dirumah, bahkan selama Ramadhan ini pempek selalu ada di setiap menu sahur dan berbuka..
bikin pepmpek itu gampaaaang bgt.. gini niy caranya ^^

Resep Pempek
Bahan :
1 kg daging ikan
500 ml air
1 kg sagu cap udang
1 sdm gula pasir
2 sdm garam halus

Cara Membuat :
Aduk daging ikan, air, gula, garam dgn rata sekali hingga ikan menyatu..
ambil adonan ikan kira2 1 mangkuk, ambil sagu kira2 1 mangkuk, aduk2 rata jgn terlalu lama di uleni..
Bentuk adonan yg menggumpal gulung panjang..
Siapkan air yg telah mendidih diatas kompor, rebus pempek hingga mengapung, angkat dan tiriskan..