Archive for July, 2011

Syair untuk ayah :’)

Lagu memang terkadang bisa mewakilkan perasaan kita, dan lagupun bisa membangkitkan emosi jiwa.

Kali ini izinkan aku menuliskan ttg sebuah lagu sedih,yah lagu yg mampu membuatku menitikkan air mata. Merasakan kesedihan dalam lirik yang sempat aku dengar. Begitu  besarnya kekuatan kata yang ditulis oleh sang pencipta lirik lagu ini.,seolah nyata dan membuat hati ini tersentuh dan merasakan kesedihan yang mendalam.Padahal hanya beberapa baris kata,tapi seolah menggambarkan suasana kesedihan yang pas hingga mampu menyentuh hati siapapun yang mendengarnya..

 

Syair untuk Ayah

Dimana…akan kucari

Aku menangis seorang diri

Hatiku….s`lalu ingin bertemu

Untukmu…aku bernyanyi

 

Lihatlah…hari berganti

Namun tiada seindah dulu

Datanglah..aku ingin bertemu

Untukmu…aku bernyanyi

 

Untuk ayah tercinta, daku ingin bernyanyi

Dengan air mata di pipiku…

Ayah, dengarkanlah aku ingin berjumpa

Walau hanya dalam mimpi…

 

********************************************************************************************

Teruntuk ayah

Meski waktu tak mengizinkanku untuk mengukir banyak kenangan indah bersamamu

tapi di dalam ingatanku

tak pernah ada duka atau badai saat bersamamu

Yang ada hanyalah sederet sketsa

tentang aku, ayah dan tawa

yang selalu bersama

 

Teruntuk ayah..

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan semasa hidupmu, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit diwaktu kecil.

Teruntuk ayah..

 

Jazakallah bil jannah,  semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri,

semoga…… .

 Image

Duhai Robb yg kucinta. Jadikanlah aku anak yang shaleha, sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. . Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu..

 

Advertisements

Bait-bait Cinta untuk Ibu…

Bersinar kau bagai cahaya

yang selalu beriku penerangan

Selembut sutra kasihmu ’kan 

selalu rasa dalam suka dan duka

 

 

kaulah ibuku cinta kasihku

terima kasihku takkan pernah terhenti

kau bagai matahari yang selalu bersinar

sinari hidupku dengan kehangatanmu

 

bagaikan embun kau sejukkan

hati ini dengan kasih sayangmu

betapa kau sangat berarti

dan bagiku kau takkan pernah terganti

 

(Haddad Alwi feat Farhan)

 

**********************************************************************************************

 Image

Itulah bait bait indah yang sangat kusuka.  Entah mengapa setiap kali mendengarnya ada rasa haru tersendiri yg membuat ingin menitikkan air mata.

 

Yah.. bait bait indah ini kupersembahkan untuk dia, sosok seorang wanita yg begitu dekat dalam hidupku. Dia yg mengajariku ttg hidup,pahit dan manis.Dia slalu menanamkan cinta sepanjang masa dihidupnya.

ibuku bukan apa-apa. Mungkin tak ada yang  istimewa dari dirinya bagi orang lain, tp bagiku dia begitu istimewa. Dia bkn Wanita Modern ataupun wanita karir yg slalu Sibuk dg pekerjaannya. Dulu dia hanya Potret penderitaan yg berkepanjangan,.

Sejak aku kecil,kami sudah ditinggal ayah dan ibu berjuang sendiri sbg single parent.Demi aku dan ketiga saudaraku ,apapun dia lakukan.Membanting tulang,memeras keringat,menguraikan air mata,baginya itu hal yg biasa.

 

“HIDUP memang tak harus dimulai dgn TERTAWA,Nak. Saat kita pertama lahir ke dunia pun,kita sudah menangis”.Itu kata2 yg selalu ia tuturkan padaku.

 

Saat ini baru tersadar,”HIDUP MEMANG TAK MUDAH” . Hidup bagai anak sungai yg mengalir,berkelok2 menuju Pantai. Ah,aku jadi ingat kata-kata ibuku. Dulu dia sering mengatakan ini saat aku gagal meraih apa yg kuinginkan.Sambil mengelus-elus rambut di kepalaku,dia berkata:”HIDUP ADALAH HARAPAN,Nak. Harapan yg selalu Hadir,seperti terbitnya mentari di pagi hari”.

Ahh ibu, pantaslah jika surga itu berada dibawah telapak kakimu :’)

Ibu…aku sangat mencintaimu karena kau adalah malaikat penjagaku dibumi yg dihadiahkan Allah utkku… 😉

 

Kalau saja saya cinta…

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin sakit seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin menjadi yang kedua seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin lara seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin duka seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya tak ingin berkisah seperti Maria

Kalau saja saya cinta

saya ingin mati seperti Maria

Karena besar cinta saya

mungkin sama seperti Maria

Juli 2011.

********************************************

Ada percakapan yang sangat saya sukai dari film ini,

Fahri : “Sebelum aku ke sini, cuma ada dua hal yang bikin aku kagum sama Mesir, yaitu Al-Azhar dan sungai Nil. Karena tanpa sungai Nil, nggak ada Mesir dan nggak ada Al-Azhar.”

Maria : “Aku juga suka, sama. Kalau nggak ada sungai Nil, pasti nggak ada Mesir, nggak ada perabadan. Dan yang ada hanya gurun pasir. Kau percaya jodoh, Fahri? Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh.”

Fahri : “Ya! Setiap orang..”

Maria : “Punya jodoh masing-masing..”

Maria : “Itu yang selalu kamu bilang. Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh. Senang ya, kalau kita bisa bertemu jodoh yang diberikan Tuhan dari langit.

Fahri : “Bukan dari langit, Maria. Tapi dari hati. Dekat sekali..”

Perempuan Sempurna, siapakah engkau ?…

Image 

Bismillah

Sahabat izinkan saya bercerita sedikit..ketika kemarin saya membaca terjemahan Al Qur’an tiba2 mata saya terhenti pd terjemahan 3 ayat terakhir surat at takhrim.. Entah mengapa setelah membacanya membuat otak ini tak berhenti utk berpikir..

 

Ini terjemahan ayat tersebut:

 

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

 

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

 

66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

 

SEBUAH KONTRADIKSI

 

Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman. Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu?

 

IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi . Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbakumul a’la.” Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

 

PEREMPUAN SEMPURNA

 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:

“Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

 

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu?

 

Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami. Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib, seorang pemuda mukmin yang tangguh.

 

Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri. Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

 

Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina?

Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…

 

JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita

 

Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama. Namun, jemari jempol akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman. Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

 

Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”

 

Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah!

Wallahu a’lam bish-shawwab.

 ^___^